This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 26 September 2014

Pengaruh bacaan dzikir bagi pembacanya , dari kitab majmu' fatwa ibnu taimiyah


وما يحصل عند السماع والذكر المشروع من وجل القلب ودمع العين واقشعرار الجسوم فهذا أفضل الأحوال التي نطق بها الكتاب والسنة . وأما الاضطراب الشديد والغشي والموت والصيحات فهذا إن كان صاحبه مغلوبا عليه لم يلم عليه كما قد كان يكون في التابعين ومن بعدهم فإن منشأه قوة الوارد على القلب مع ضعف القلب والقوة والتمكن أفضل كما هو حال النبي صلى الله عليه وسلم والصحابة وأما السكون قسوة وجفاء فهذا مذموم لا خير فيه . 

dan yg terjadi ketika mendengar dan dzikir yg masru' yaitu takutnya hati, kluarnya air mata , dan bergetarnya tubuh maka itu adalah keadaan2 yg paling utama yg telah dibicarakan oleh alqur'an dan as sunnah, adapun gerakan yg sangat , pingsan, meninggal dan juga jeritan2 maka hal ini jika orang yg melakukan wirid tadi dikuasi oleh wiridnya maka hal ini tdklah tercela sebagaimana yg telah terjadi pada zaman tabi'in dan orang2 setelahnya , karena sesungguhnya munculnya hal ini adalah dari kuatnya sesuatu yg hadir kedalam hati sedangkan hatinya waktu itu lemah.hati yg kuat dan kokoh itu lebih utama sebagaimana keadaanya Nabi shollallohu alaihi wasallam dan para shohabat,adapun yg tenang itu berarti hatinya keras dan kosong maka hal ini adalah tercela dan tiada kebaikan baginya.

مجموع فتاوى ابن تيميةتقي الدين ابن تيمية

# bagaimana dgn dzikirmu sob ?apakah tenang2 saja? klo spt itu berarti hatimu keras dan kosong atau hatimu lg mati dan perlu dihidupkan lg,,,,....sama sprti hatiku yg perlu dihidupkan lg.
Share:

Kebiasaan orang Arif.dinukil dari kitab Tambihul Ghofilin


وَقَالَ بَعْضُ الْحُكَمَاءِ: حِرْفَةُ الْعَارِفِ سِتَّةُ أَشْيَاءَ: 

إِذَا ذَكَرَ اللَّهَ افْتَخَرَ، 
  
وَإِذَا ذَكَرَ نَفْسَهُ احْتَقَرَ، 
  
وَإِذَا نَظَرَ فِي آيَاتِ اللَّهِ اعْتَبَرَ، 
  
وَإِذَا هَمَّ بِمَعْصِيَةٍ أَوْ شَهْوَةٍ انْزَجَرَ، 
  
وَإِذَا ذَكَرَ عَفْوَ اللَّهِ اسْتَبْشَرَ، وَإِذَا ذَكَرَ ذُنُوبَهُ اسْتَغْفَرَ


sebagian orang bijak pernah berkata:" kebiasaan orang arif itu ada enam perkara:


1. ketika mengingat Allah dia berbesar hati
2. ketika mengingat dirinya sendiri dia merasa rendah diri.
3. ketika melihat ayat2 Allah dia mengambil pelajaran darinya.
4. ketika terbersit didalam hati ingin melakukan maksiat atau syahwat dia mencegahnya.
5. ketika mengingat ampunan Allah dia merasa senang.
6. ketika mengingat dosa dosanya dia meminta ampun kepada Allah."


wallohu a'lam.


تنبيه الغافلينأبو الليث السمرقندي

Share:

Selasa, 23 September 2014

Menjaga ucapan dinukil dari kitab ihya' imam alghozzali.

 وقال أبو بكر بن عياش اجتمع أربعة ملوك ملك الهند وملك الصين وكسرى وقيصر فقال أحدهم أنا أندم على ما قلت ولا أندم على ما لم أقل وقال الآخر إني إذا تكلمت بكلمة ملكتني ولم أملكها وإذا لم أتكلم بها ملكتها ولم تملكني وقال الثالث عجبت للمتكلم إن رجعت عليه كلمته ضرته وإن لم ترجع لم تنفعه وقال الرابع أنا على رد ما لم أقل أقدر مني على رد ما قلت

  abu bakar bin iyas berkata," ada empat orang raja sedang berkumpul yaitu raja india, raja cina, raja persia dan raja mesir.raja india berkata : " aku sering menyesal sebab apa yg kuucapkan tetapi aku tdk pernah menyesal sebab apa yg tdk pernah ku ucapkan."raja cina berkata : " ketika aku mengucapkan satu kalimat maka kalimat tsb memilikiku dan aku tdk bisa memilikinya, dan ketika aku tdk mengucapkan kalimat tsb maka aku memilikinya dan dia tdk memilikiku."raja persia berkata : " aku heran thd orang yg berbicara, jika kalimatnya kembali kepadanya maka kalimat tsb membahayakan dia dan jika kalimatnya tdk kembali maka kalimat tsb tdk bisa memberikan manfaat padanya."raja mesir berkata : " aku lebih mampu utk menolak apa yg tdk kuucapkan daripada menolak apa yg telah ku ucapkan."

 ويدلك على فضل لزوم الصمت أمر وهو أن الكلام أربعة أقسام قسم هو ضرر محض وقسم هو نفع محض وقسم فيه ضرر ومنفعة وقسم ليس فيه ضرر ولا منفعة

 dalil yg menunjukkan ttg keutamaan diam adalah sbb:sesungguhnya ucapan itu ada empat bagian:1. ucapan yg murni membahayakan.2. ucapan yg murni bermanfaat.3. ucapan yg bercampur antara behaya dan manfaat.4. ucapan yg tdd ada bahayanya juga tdk ada manfaatnya.

 أما الذي هو ضرر محض فلا بد من السكوت عنه وكذلك ما فيه ضرر ومنفعة لا تفي بالضرروأما ما لا منفعة فيه ولا ضرر فهو فضول والاشتغال به تضييع زمان وهو عين الخسران فلا يبقى إلا القسم الرابع فقد سقط ثلاثة أرباع الكلام وبقي ربع وهذا الربع فيه خطر إذ يمتزج بما فيه إثم من دقائق الرياء والتصنع والغيبة وتزكية النفس 

 adapun ucapan yg murni berbahaya maka wajib utk diam darinya, begitu juga denga ucapan yg berampur antara bahaya dan manfaat karena utk menghindari bahayanya.adapun ucapan yg tdk mengandung manfaat dan tdk mengandung bahaya maka ini termasuk ucapan yg berlebih, sibuk dengan ucapan ini hanya akan menyia nyiakan waktu saja dan ini nyatalah sebuah kerugian, maka tiada yg tersisa kecuali bagian yg keempat karena yg tiga perempat sdh gugur.yg keempat adalah ucapan yg murni bermanfaat, ucapan yg murni bermanfaat inipun masih mengandung bahaya karena bisa saja ucapan yg bermanfaat ini mengandung dosa dari riya'/ pamer yg tersembunyi, bisa juga sebab hanyalah kepura2 an dan menganggap dirinya bersih.

 " من صمت نجا "

  " barang siapa yg diam maka dia selamat."

  wallohu a'lam.

  إحياء علوم الدين أبو حامد الغزالي


Share:

bagi yang sedang buang air besar ataupun kecildinukil dari kitab bugyatul mustarsidin. WARNING

Tarbiyah 


[فائدة]


ورد أن البصاق على الخارج من الشخص يورث الوسواس وصفرة الأسنان ويبتلى فاعله بالدم، والسواك حال الخلاء يورث النسيان والعمى، وطول القعود فيه يورث وجع الكبد والبواسير، والامتخاط يورث الصمم والهم، وتحريك الخاتم يأوي إليه الشيطان، والتكلم بلا ضرورة يورث المقت، وقتل القمل يبيت معه الشيطان أربعين ليلة ينسيه ذكر الله وتغميض العينين يورث النفاق، وإلقاء حجر الاستنجاء على الخارج يورث الرياح، وإخراج الأسنان وجعل الرأس بين اليدين يقسي القلب ويذهب الحياء ويورث البرص، والاستناد إلى الحائط يذهب ماء الوجه وينفخ البطن


(Faidah)


1. Sesungguhnya meludahi kotoran yang dikeluarkan seseorang akan menimbulkan penyakit was-was (ragu-ragu) dan kuningnya gigi dan pelakunya akan mendapatkan cobaan suatu penyakit darah.


2. orang yang siwakan menggosok gigi ketika buang air besar/kecil di WC beresiko menjadi pelupa dan buta.


3. orang yg terlalu lama duduk ketika buang air besar/kecil menyebabkan sakit liver dan bawasir.


4. mengeluarkan Ingus dr hidung ketika buang air besar/kecil menyebabkan tuli (pendengaran berkurang) dan kesusahan.


5. Menggerak-gerakkan cincin ketika buang air besar/kecil menyebabkan didatangi syetan


6. berbicara ketika buang air besar/kecil selain dhorurot menyebabkan murkanNya Alloh


7. membunuh kutu ketika buang air besarkecil menyebabkan datangnya syetan tiap malam selama 40 malam yang akan mengganggu orang tersebut agar tak dzkir (lupa) pada Alloh.


8. memejamkan mata ketika buang air besar / kecil bisa menyebabkan kemunafikan.


9. membuang batu yg digunakan utk istinjak ke kotoran yg keluar bisa menyebabkan penyakit angin.


10. mengeluarkan gigi dan menjadikan kepala berada diantara kedua tangan bisa mengkeraskan hati, menghilangkan sifat malu dan menyebabkan penyakit lepra.


11. bersandar ke tembok ketika buang besar / kecil bisa menghilangkan cairan wajah dan menyebabkan perut kembung.wallohu a'lam.


بغية المسترشدينلباعلوي الحضرمي

Share:

ketahuilah keburukan agar tdk terjerumus kedalamnya


ketahuilah keburukan agar tdk terjerumus kedalamnya


sayyidina umar bin khottob pernah berkata


مَنْ لَمْ يَعْرِفِ الشَّرَّ اَجْدَر أن يَقَعُ فِيْه


"barang siapa yg tdk mengetahui keburukan maka pantas utk terjerumus di dalamnya."


ucapan yg serupa juga dikatakan oleh seorang penyair abu faros al hamdani :


عرفت الشرّ لا للشرّ ولكن لتوقيه و من لم يعرف الخير من الشرّ يقع فيه


“Aku mengetahui keburukan bukan untuk mengamalkan keburukan, tetapi untuk menghindarinyadan barang siapa yang tidak mengetahui antara kebaikan dan keburukan, niscaya ia terjerumus ke dalamnya”


kalimat tsb semakna dengan perkataan hudzaifah dalam hadis nabi riwayat imam bukhori dan muslim berikut ini:


عن حذيفة بن اليمان رضي الله عنه قال : كَانَ النَّاسُ يَسْأَلُوْنَ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْخَيْرِ ، وَكُنْتُ أَسْأَلُهُ عَنِ الشَّرِّ ، مَخَافَةَ أَنْ يُدْرِكَنِي . فَقُلْتُ : يَا رَسُوْلَ اللهِ ، إِنَّا كُنَّا فِي جَاهِلِيَّةٍ وَشَرٍّ ، فَجَآءَنَا اللهُ بِهَذَا الْخَيْرِ ، فَهَلْ بَعْدَ هَذَا الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ ؟ قَالَ : نَعَمْ . قُلْتُ : وَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الشَّرِّ مِنْ خَيْرٍ؟ قَالَ : نَعَمْ ، وَفِيْهِ دُخَنٌ . قُلْتُ : وَمَا دُخَنُهُ ؟ قَالَ : قَوْمٌ يَهْدُوْنَ بِغَيْرِ هَدْيِي ، تَعْرِفُ مِنْهُمْ وَتُنْكِرُ . قُلْتُ : فَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ ؟ قَالَ : نَعَمْ ، دُعَاةٌ إِلَى أَبْوَابِ جَهَنَّمَ مَنْ أَجَابَهُمْ إِلَيْهَا قَذَفُوْهُ فِيْهَا . قُلْتُ : يَا رَسُوْلَ اللهِ صِفْهُمْ لَنَا . فَقَالَ : هُمْ مِنْ جِلْدَتِنَا وَيَتَكَلَّمُوْنَ بِأَلْسِنَتِنَا . قُلْتُ : فَمَا تَأْمُرُنِي إِنْ أَدْرَكَنِي ذَلِكَ ؟ قَالَ : تَلْزَمُ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِيْنَ وَإِمَامَهُمْ . قُلْتُ : فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُمْ جَمَاعَةٌ وَلاَ إِمَامٌ ؟ قَالَ : فَاعْتَزِلْ تِلْكَ الْفِرَقَ كُلَّهَا ، وَلَوْ أَنْ تَعَضَّ بِأَصْلِ شَجَرَةٍ ، حَتَّى يُدْرِكَكَ الْمَوْتُ ، وَأَنْتَ عَلَى ذَلِكَ ! رواه البخاري و مسلم .


"Hudzaifah bin al-Yaman ra berkata: “Orang-orang sama bertanya kepada Rasulullah saw tentang kebaikan, dan aku bertanya kepada beliau tentang KEBURUKAN, karena khawatir menjumpaiku. Aku berkata: "Ya Rasulullah, dulu kami hidup dalam kejahiliahan dan keburukan, lalu Allah memberikan kebaikan kepada kami, apakah setelah kebaikan ini ada keburukan?"Beliau bersabda: "Ya !". Aku berkata: "Apakah setelah keburukan itu ada kebaikan?". Beliau bersabda: "Ya, tetapi ada dakhonnya". Aku berkata: "Apa dakhonnya?". Beliau menjawab: "Kaum yang memberi petunjuk, tidak dengan petunjukku, kamu mengenal mereka dan mengingkarinya!".Aku bertanya: "Apakah setelah kebaikan itu akan ada keburukan?". Beliau bersabda: "Ya, yaitu orang-orang yang menyeru di pintu-pintu Jahannam, siapa saja orang yang menerima seruan mereka, maka mereka melemparkannya ke Jahannam!".Aku berkata: "Tunjukilah kami karakter mereka". Lalu beliau bersabda: "Kulit mereka sama dengan kulit kita, dan mereka juga berbicara dengan bahasa kita!".Aku berkata: "Lalu apa yang engkau perintahkan kepadaku ketika keburukan itu menjumpaiku?".Beliau bersabda: "Kamu harus mengikuti Jama’ah kaum Muslim serta Imam mereka!".Aku bertanya: "Lalu apabila mereka tidak memiliki Jama’ah dan tidak pula memiliki Imam?".Beliau bersabda: "Tinggalkanlah semua firqoh-firqoh (kelompok yang menyeru ke pintu-pintu Jahannam) itu, meskipun kamu harus menggigit (memakan) akar pohon, sampai ajal menjemputmu dan kamu tetap seperti itu!".HR Bukhari [7084] dan Muslim [4890].


wallohu a'lam.
Share:

Syarat terkabulnya DO'A :


Syarat terkabulnya DO'A :

1. Ikhlas karena Allah

فَادْعُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

Artinya : Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadah kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai (nya). (QS. Al-Ghafir : 14)

وقوله: { فَادْعُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ } أي: فأخلصوا لله وحده العبادة والدعاء، وخالفوا المشركين في مسلكهم ومذهبهم.

firman Allah : Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadah kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai (nya). (QS. Al-Ghafir : 14). maksudnya adalah murnikanlah ibadah dan doa kepada Allah yg maha Esa dan berbedalah dengan orang-orang musyrik di dalam sepak terjangnya. (Lihat Kitab Tafsir Ibnu Katsir Juz 7 Halamn 137).

2. Tidak terburu-buru

Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallambersabda:

يُسْتَجَابُ لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ يَقُولُ دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِي

“Akan dikabulkan (do’a) masing-masing kalian selama ia tidak tergesa-gesa dalam do’anya, (dengan) dia mengatakan, ‘Aku telah berdo’a namun (Allah) tidak mengabulkannya untukku" (HR.al bukhori)

لَا يَزَالُ الْعَبْدُ بِخَيْرٍ مَا لَمْ يَسْتَعْجِلْ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَيْفَ يَسْتَعْجِلُ قَالَ يَقُولُ دَعَوْتُ رَبِّي فَلَمْ يَسْتَجِبْ لِي

“Senantiasa seorang hamba berada dalam kebaikan selama ia tidak tergesa-gesa (dalam do’anya pent.)”. Para sahabat bertanya, “Apa yang dimaksud dengan tergesa-gesa (dalam do’a pent. ) wahai Rasulullah?” Beliau mengatakan, “Aku telah berdo’a kepada Robbku akan tetapi Dia tidak mengabulkan permintaanku” (HR.ahmad)

3. Tidak untuk dosa

Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لا يزال الدعاء يستجاب للعبد ما لم يدع بإثم أو قطيعة رحم

“Doa para hamba akan senantiasa dikabulkan, selama tidak berdoa yang isinya dosa atau memutus silaturrahim.” (H.r. Muslim dan Abu Daud)

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيْهَا إثْمٌ وَلاَقَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلاَّأَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلاَثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّ خِرَهَا لَهُ فِي الآخِرَةِ وَإِمَّا اَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنْ السُّوءِ مِثْلَهَا قَالُوا إِذًا نُكثِرُ قَالَ اللَّهُ أَكْثَرُ

" Tidaklah seorang Muslim berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebuah doa yang tidak ada dosa atau pemutusan ikatan kekeluargaan di dalamnya, melainkan Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memberinya satu di antara tiga perkara;a) boleh jadi Allah Subhanahu wa Ta’ala segera mengabulkan doa tersebut b) atau menyimpan sebagai tabungan baginya di akhirat,c) atau menyelamatkannya dari kejahatan yang setara dengan doa yang dipanjatkannya.” Para sahabat berkata : “Jika demikian, kami akan memperbanyak (doa).” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Allah Subhanahu wa Ta’ala lebih banyak.(HR. alhakim)

4. Penuh keyakinan

عن أبي هريرة، رضي الله عنه، عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: "ادعوا اللهوأنتم موقنون بالإجابة، واعلموا أن الله لا يستجيب دعاءً من قلب غافل لاه".

Artinya : Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah swa bersabda : Berdo’alah kalian kepada Allah dengan yakin bahwa permohonan kalian akan di kabulkan dan ketahuilah bahwa Allah tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lali. (HR. Tirmidzi, al Hakim dan Thabrani )

5. Makan dan minumnya harus dari barang halal

Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :

إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ الطَّيِّبَ وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ قَالَ (يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّى بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ) وَقَالَ (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ) ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ ، وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ ، وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ ، وَقَدْ غُذِّىَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لَهُ

Artinya : "Sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik. dan Allah memerintahkan kepada orang-orang beriman sebagaimana yang diperintahkan kepada para rosul. beliau membaca, "Wahai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." dan membaca, "Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu." kemudian beliau menyebutkan seseorang yang bepergian jauh, kucel dan acak-acakan, mengetadahkan kedua tangannya ke langit dan berkata, "Ya Robb, ya Robb." sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan memakan barang yang haram, bagaimana mungkin akan dikabulkan?!" (HR Muslim)

6. Bertaqwa kepada Allah

إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ

"Sesungguhnya Allah hanya menerima dari orang-orang yang bertakwa".(al maidah ayat 27)

7. Dengan rendah hati dan suara lembut

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

Artinya : "Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (QS Al-A'raaf : 55)

8. Sabar dan shalat

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ

artinya : " Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu" (al baqarah ayat 45)

Share:

10 kemuliaan membaca sholawat kpd nabi.dinukil dari kitab ibnu farhun al qurtuby.


10 kemuliaan membaca sholawat kpd nabi.dinukil dari kitab ibnu farhun al qurtuby.
 
واعلم أن في الصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم عشر كراماتإحداهن صلاة الملك الجبار. والثاني شفاعة النبي المختار. والثالث الإقتداء بالملائكة الأبرار. والرابع مخالفة المنافقين والكفار. والخامس محو الخطايا والأوزار. والسادس العون على قضاء الحوائج والوطار. والسابع تنوير الظواهر والأسرار. والثامن النجاة من دار البوار. والتاسع دخول دار القرار. والعاشر سلام الرحيم الغفار.
 
Dalam kitab Ibnu Farhun al-qurtubi dikatakan:" ketahuilah sesungguhnya membaca Sholawat kepada Nabi saw itu mendapat 10 kemulyaan :
 
1. Sesuai dengan sholawat Allah al-malik al-jabbar (artinya Allah swt juga membaca sholawat kepada Nabi).2. Mendapat Syafaat Nabi Yang menjadi nabi pilihan.3. Ikut kepada Malaikat yang ahli berbuat baik.4. Bertujuan beda dengan orang munafik dan orang kafir.5. Terhapusnya kesalahan dan dosa-dosa.6. Penolong atas terpenuhinya hajat dan kebutuhan.7. Menyinari dzohir dan batinnya.8. selamat dari dunia.9. Masuk surga (rumah tetap/Abadi).10. Mendapat salam dari Allah yang maha kasih sayang lagi maha pengampun.
 
wallohu a'lam.
Share:

Memperbayak baca sholawat dan salam adalah jalan utk bertemu dgn Nabi


Memperbayak baca sholawat dan salam adalah jalan utk bertemu dgn Nabi

dinukildari kitab lawaqihul anwar al qudsiyyah syeh abdul wahhab as sya'roni.


فإن أكثرت من الصلاة والسلام عليه صلى الله عليه وسلم فربما تصل إلى مقام مشاهدته صلى الله عليه وسلم ، وهي طريق الشيخ نور الدين الشوني ، والشيخ أحمد الزواوي ، والشيخ محمد بن داود المنزلاوي ، وجماعة من مشايخ اليمن ، فلا يزال أحدهم يصلي على رسول الله صلى الله عليه وسلم ويكثر منها حتى يتطهر من كل الذنوب ، ويصير يجتمع به يقظة أي وقت شاء ومشافهة ، ومن لم يحصل له هذا الاجتماع فهو إلى الآن لم يكثر من الصلاة والتسليم على رسول الله صلى الله عليه وسلم الإكثار مطلوب ليحصل له هذا المقام .


jika engkau memperbanyak membaca sholawat dan salam kepada nabi shollallohu alaihi wasallam maka terkadang engkau bisa mencapai maqom musyahadah kepada nabi shollallohu alaihi wasallam, ini adalah jalannya syeh nuruddin as syuni, syeh ahmad zawawi, syeh muhammad bin dawud al manzilawi dan segolongan masayeh yaman, mereka terus menerus membaca sholawat kpd rasul shollallohu alaihi wasallam dan memperbanyaknya sehingga menjadi bersih dari segala dosa dan bisa berkumpul dengan nabi dan berdilog dengannya secara sadar di waktu kapanpun yg di inginkan.barang siapa yg tdk berhasil ttg berkumpul ini maka sampai sekarang dia bukanlah orang yg memperbanyak sholawat dan salam kpd rasululloh shollallohu alaihi wasallam.memperbanyak baca sholawat dan salam itu dibutuhkan agar bisa mencapai maqom ini.


وأخبرني الشيخ أحمد الزواوي أنه لم يحصل له الاجتماع بالنبي صلى الله عليه وسلم يقظة حتى واظب الصلاة عليه سنة كاملة يصلي كل يوم وليلة خمسين ألف مرة ، وكذلك أخبرني الشيخ نور الدين الشوني أنه واظب على الصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم كذا وكذا سنة كل يوم يصلي ثلاثين ألف صلاة .


telah menghabarkan kpdku syeh ahmad az zawawi bahwa sesungguhnya tdklah bisa berhasil berkumpul dengan nabi shollallohu alaihi wasallam secara sadar sehingga menekuni membaca sholawat nabi sehari semalam sebanyak lima puluh ribu kali selama setahun penuh.begitu juga mengabarkan kpdku syeh nuruddin an syuni bahwa sesungguhnya beliau menekuni membaca sholawat kpd nabi shollallohu alaihi wasallam segini dan segini tahun, setiap harinya membaca sholawat tiga puluh ribu sholawat.


وسمعت سيدي عليا الخواص رحمه الله يقول : لا يكمل عبد في مقام العرفان حتى يصير يجتمع برسول الله صلى الله عليه وسلم أي وقت شاء ، قال : وممن بلغنا أنه كان يجتمع بالنبي صلى الله عليه وسلم يقظة ومشافهة من السلف ، الشيخ أبو مدين شيخ الجماعة ، والشيخ عبد الرحيم القناوي ، والشيخ موسى الزولي ، والشيخ أبو الحسن الشاذلي ، والشيخ أبو العباس المرسي ، والشيخ أبو السعود بن أبي العشائر ، وسيدي إبراهيم المتبولي


aku mendengar sayyidi ali al khowas berkata :" seorang hamba tdk akan sempurna dalam maqom 'irfan hingga bisa berkumpul dengan Rasul shollalohu alaihi wasallam pada waktu kapanpun yg diinginkan."sayyidi ali berkata :" dan sebagian dari ulama' salaf yg telah sampai kepadaku bahwa sesungguhnya ulama' tsb telah berkumpul dengan nabi shollallohu alaihi wasallam secara sadar dan berdialog adalah syeh abu madyan yaitu syehnya jama'ah, syeh abdur rahim a qunawi, syeh musa azzuli, syeh abul hasan as syadzili, syeh abul abas al mursi, syeh abus su'ud bin abil 'asya'ir, dan sayyidi ibrahim al matbuli.


والشيخ جلال الدين الأسيوطي ، كان يقول : رأيت النبي صلى الله عليه وسلم واجتمعت به نيفا وسبعين مرة . وأما سيدي إبراهيم المتبولي فلا يحصى اجتماعه به لأنه كان في أحواله كلها ويقول : ليس لي شيخ إلا رسول الله صلى الله عليه وسلم ، وكان الشيخ أبو العباس المرسي يقول : لو احتجب عني رسول الله صلى الله عليه وسلم ساعة ما عددت نفسي من جملة المؤمنين .


syeh jalaluddin al asyuti pernah berkata :" aku pernah melihat nabi shollallohu alaihi wasallam dan berkumpul dengan beliau sebanyak lebih dari tujuh puluh kali."adapun sayyidi ibrahim al matbuli maka tdk dapat dihitung berapa kali beliau berkumpul dengan nabi karena sesungguhnya dalam seluruh keadaannya (ahwal) dulu beliau berkata : " tiada guru bagiku kecuali rasululloh shollallohu alaihi wasallam."syeh abul abbas al mursyi pernah berkata :" jikalau Rasululloh shollallohu alaihi wasallam terhijab dariku walaupun sesaat maka aku tdk akan menganggap diriku kedalam kelompok orang2 yg beriman."


واعلم أن مقام مجالسة رسول الله صلى الله عليه وسلم عزيزة جدا ، وقد جاء شخص إلى سيدي علي المرصفي وأنا حاضر فقال : يا سيدي قد وصلت إلى مقام صرت أرى رسول الله صلى الله عليه وسلم يقظة أي وقت شئت ، فقال له : يا ولدي بين العبد وبين هذا المقام مائتا ألف مقام ، وسبعة وأربعون ألف مقام ، ومرادنا تتكلم لنا يا ولدي على عشر مقامات منها ، فما درى ذلك المدعي ما يقول وافتضح فاعلم ذلك .* (والله يهدي من يشاء إلى صراط مستقيم) *


ketahuilah bahwa sesungguhnya maqom mujalasah (dudk bersama) rasululloh shollallohu alaihi wasallam sangat langka sekali,seseorang telah datang kepada sayyidi ali almursifi dan aku (syeh abdul wahhab as sya'roni) saat itu hadir, orang tsb berkata : " wahai sayyidku, aku telah mencapai maqom dimana aku bisa melihat rasululloh shollallohu alaihi wasallam secara sadar di waktu kapanpun yg ku ingginkan ."sayyidi ali al mursifi berkata : " wahai anakku diantara seorang hamba dan maqom tsb ada dua ratus empat puluh ribu maqom, dan yg kau maksudkan yaitu berbicara dengan kami itu baru perpuluh dari maqom2 tsb."


orang yg mengaku ngaku tsb tdk tahu apa yg di ucapkan dan dia malu sendiri. maka ketahuilah hal itu.dan Allah menunjukkan kpd siapa saja yg di kehendakiNya kepada jalan yg lurus.


wallohu a'lam.


لواقح الانوار القدسية الشيخ عبد الوهاب الشعراني
Share:

Surga rindu terhadap 4 (empat) golongan manusia, diantaranya :


Surga rindu terhadap 4 (empat) golongan manusia, diantaranya :
1. Orang yang gemar membaca Al-Quran,
2. Orang yang memelihara lisan dari ucapan yang keji dan mungkar,
3. Orang yang memberi makan yang sedang kelaparan (puasa),
4. Orang-orang yang berpuasa di bulan Ramadhan.

Golongan pertama adalah golongan manusia yang suka membaca dan mempelajari Al-Quran. Sebagaimana nasehat nabi Muhammad SAW., yang mengamanahkan umatnya untuk belajar tanpa peduli umur dari lahir hingga masuk ke liang lahat. Satu-satunya bacaan yang berpahala hanyalah membaca Al-Qur’an. Membaca Al-Qur’an dengan lancar maka setiap huruf akan mendapatkan pahala 1. Dan bagi yang belum lancar membacanya akan mendapatkan pahala 2 per huruf.Orang yang rajin membaca Al-Qur’an, terutama di bulan suci Ramadhan, pahala yang diberikan Allah SWT., bagi yang membaca Al-Qur’an ini dihitung 1 huruf saja pahalanya 700 kali.” Tiada hari tanpa membaca Al-Qur’an. Dan sebaik-baiknya bacaan itu adalah Al-Qur’an”. Maka dari itu, perbanyaklah membaca Al-Qur’an, apalagi dibulan yang penuh keberkahan ini, semua pahala akan dilipat gandakan.

Golongan kedua adalah golongan orang yang bisa menjaga lisannya sebagaimana hadist nabi yang berbunyi, Akan selamatlah manusia yang bisa menjaga mulutnya”. Lisan dapat menyebabkan orang saling bemusuhan dan bercerai berai. Maka alangkah baiknya bila bulan Ramadhan ini dapat dimanfaatkan untuk belajar menjaga lisan.Menjaga lidah, dari mengucapkan sesuatu yang bisa menyakitkan hati orang yang mendengarnya, hendaklah kita hindarkan, demikian juga perbuatan kita. Karena semua perbuatan kita di dunia ini semuanya akan dipertanggung jawabkan disisi Allah SWT., di akhirat nanti.

Golongan ketiga yang dirindukan surga Allah adalah golongan orang yang gemar memberi makan orang yang lapar dan berpuasa. Ibadah puasa mengajarkan manusia untuk mengerti dan memahami apa yang dirasakan saudaranya. Memberikan makan kepada orang yang berbuka puasa juga berpahala sangat besar. Sebagaimana Hadits Rasulullah SAW., “Orang yang memberi makan orang yang berpuasa akan memperoleh pahala seperti orang yang puasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang itu.”Memberikan makan bagi orang yang kelaparan, ini satu kesempatan baik bagi kita umat Islam yang diberikan Allah kelebihan rezki, untuk rajin bersedekah terutama memberi makanan berbuka puasa untuk orang-orang yang berpuasa.

Golongan keempat yang dirindukan Allah adalah golongan orang-orang yang ikhlas berpuasa di bulan Ramadhan. Sebuah riwayat menceritakan betapa para sahabat nabi merasa sedih dan menangis karena akan ditinggal bulan Ramadhan. Para sahabat tersebut berdoa agar bulan Ramadhan dapat berlangsung sepanjang tahun. Dengan riwayat tersebut dapat disimpulkan betapa besarnya berkah dan anugrah yang ditawarkan Allah melalui bulan Ramadhan.

Orang yang dirindukan Neraka :
1.  Orang yang meninggalkan shalat fardhu
2.  Orang yang tidak memberi makan orang miskin (tidak berzakat).
3.  Pemakan riba dan mengambil harta orang lain dengan jalan tidak benar seperti korupsi
4.  Orang yang durhaka kepada orangtuanya dan pemutus silaturrahmi.
5.  Orang yang bersaksi dan bersumpah palsu.
6.  Para pemimpin dan wakil rakyat yang zalim dan aniaya kepada rakyat.
7.  Peminum khamar atau peminum minuman keras dan pemakai narkoba.
8.  Penyogok dan penerimanya.

Berikut ini Malaikat jibril sembari menemui malaikat Malik penjaga neraka. Lalu Malik bertanya: “Berapa banyaknya diperlukan?

Jibril menjawab : “Sebesar buah kurma”

Malik berkata : “Kalau api neraka sebesar buah kurma diletakkan di dunia, tujuh lapis langit dan bumi semuanya akan hancur lebur”.

Jibril berkata: “Berikan seperduanya saja?”

Malik Menjawab : “Neraka sebesar seperdua biji kurma diletakkan di dunia maka langit tidak bisa lagi menurunkan hujan dan bumi menjadi kering”

Jibril kembali kepada Allah dan bertanya sebesar apa api neraka yang bisa diambil. Allah SWT menjawab : “Cukup sebesar zarrah (benda terkecil)”.

Api neraka-pun diambil sebesar zarrah, kemudian disiram dengan banyak air; dan diletakkan di atas sebuah gunung yang besar di permukaan bumi. Gunung itu hancur lebur, dan api neraka itu dikembalikan lagi ke tempatnya semula; sehingga yang tertinggal hanyalah asapnya.

Sebesar apa pun api di dunia hanyalah asap dari neraka saja. Mendengar hal ini, Rasulullah SAW tidak pernah lagi tertawa terbahak-bahak. Rasul hanya tersenyum kecil, mengingat betapa dahsyatnya api neraka itu.
Share:

BAB ADAB JUM`AT

BAB ADB JUM`AT

ثم إذا دخلت الجامع فاطلب الصف الأول فإذا اجتمع الناس فلا تتخط رقابهم ولا تمر بين أيديهم وهم يصلون واجلس بقرب حائط أو أسطوانة حتى لا يمروا بين يديك


Kemudian apabila engkau masuk kemasjid jami' usahakan untuk berada di Shof yang pertama. Jika manusia telah berkumpul, janganlah melangkahi leher mereka dan jangan pula lewat di hadapan mereka yang sedang Sholat. Duduklah dekat tembok atau pilar agar mereka tidak bisa mondar-mandir diantaramu.


ولا تقعد حتى تصلي التحية والأحسن أن تصلي أربع ركعات تقرأ في كل ركعة بعد الفاتحة الإخلاص خمسين مرة ففي الخبر: (أن من فعل ذلك لم يمت حتى يرى مقعده من الجنة أو يرى له).


Dan janganlah duduk sebelum lakukanlah Sholat tahiyyatal masjid. Lebih baik lagi kalau engkau Sholat sebanyak empat Roka'at, dalam setiap roka'at setelah membaca surat Al-Fatihah bacalah surat Al-Ikhlas sebanyak 50 kali. Disebutkan dalam satu riwayat bahwa barang siapa yang melakukannya, maka ia tidak akan meninggal dunia kecuali telah melihat tempat duduknya di surga atau hal itu diperlihatkan kepadanya.


ولا تترك التحية وإن كان الإمام يخطب. ويستحب في هذا اليوم أو في ليلته أن يصلي أربع ركعات بأربع سور: سورة الأنعام والكهف وطه ويس فإن لم تقدر فسورة يس والدخان و (الم) السجدة وسورة الملك. ولا تدع قراءة هذه السورة ليلة الجمعة ففيها فضل كثير. ومن لم يحسن ذلك فليكثر من قراءة سورة الإخلاص. وأكثر من الصلاة على رسول الله صلى الله عليه وسلم في هذا اليوم خاصة.


Jangan sampai engkau meninggalkan Sholat tahiyyatal masjid walaupun imam sedang berkhotbah. Dan sebagian dari sunnahnya sholat tahyatal masjid ini yaitu dalam empat roka'at itu membaca surat Al-An'am, Al-Kahfi, Thoha dan surat Yasin, jika tidak mampu, maka engkau bisa membaca surat Yasin, Ad-Dukhon, Alif Laam Mim As-Sajadah, Ad-Dukhan, dan surat Al-Mulk. Dan janganlah engkau tinggalkan untuk membaca surat tersebut pada malam Jum'at karena di dalam surat-surat tersebut banyak sekali keutamaan, dan jika masih tidak mampu, maka perbanyaklah membaca surat Al-Ikhlas perbanyaklah membaca Sholawat atas Rosululloh SAW terlebih khususnya pada hari ini.


ومهما خرج الإمام فاقطع الصلاة والكلام واشتغل بجواب المؤذن ثم استماع الخطبة والاتعاظ بها ودع الكلام رأسا في الخطبة ففي الخبر أن: (من قال لصاحبه - والإمام يخطب - أنصت أو صه فقد لغا ومن لغا فلا جمعة له) أي لأن قوله أنصت: كلام فينبغي أن ينهى غيره بالإشارة لا باللفظ.


Dan ketika telah keluar Imam, maka berhentilah membaca sholawat dan berbicara, dan sibuklah untuk menjawab muazin serta dengan mendengarkan khotbah dan ceramah. Janganlah berbicara ketika khotib sedang berkhotbah. Dalam riwayat disebutkan "barang siapa yang berkata kepada temannya "Diamlah” saat imam berkhotbah maka ia telah berbuat sia-sia" Dan barang siapa yang berbuat sia-sia maka ia tidak mendapatkan keutamaan Sholat Jum'at, yakni karena perintah diam itu sendiri berbentuk ucapan, oleh karenanya sebaiknya larangan itu diberikan dalam bentuk isyaroh bukan dengan ucapan.


sumber:بداية الهداية - للامام الغزالي - باب اداب الجمعةKitab bidayatul hidayah - Imam Ghazali - Bab Adab Jum'at

Share:

DALIL DOA DAN AMALAN MENGUSAP MATA SAAT ADZAN


DALIL DOA DAN AMALAN MENGUSAP MATA SAAT ADZAN

Ketika muadzin membaca lafadz syahadat Rasul “Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah” biasanya ada sebagian orang yang mencium jempolnya terus diusapkan ke mata. Berikut adalah tulisan Ustadz Ma'ruf Khozin tentang penjelasan para ulama mengenai hal itu.

Masalah ini tidak berkaitan dengan hukum sunnah atau yang lain bila dilakukan dalam adzan, namun sebuah doa yang dilakukan beberapa ulama khususnya yang bermadzhab Malikiyah. Syaikh Abu Abdillah Muhammad bin Muhammad bin Abdurrahman al-Maghrabi berkata:

وَرُوِيَ عَنْ الْخَضِرِ عَلَيْهِ السَّلَامُ أَنَّهُ قَالَ : مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ الْمُؤَذِّنَ يَقُولُ : أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ مَرْحَبًا بِحَبِيبِي وَقُرَّةِ عَيْنِي مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ يُقَبِّلُ إبْهَامَيْهِ ، وَيَجْعَلُهُمَا عَلَى عَيْنَيْهِ لَمْ يَعْمَ ، وَلَمْ يَرْمَدْ أَبَدًا (مواهب الجليل في شرح مختصر الشيخ خليل – ج 3 / ص 355)

Diriwayatkan dari Nabi Khidhir As. bahwa ia berkata: “Barangsiapa yang mendengar bacaan muadzin “Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah”, lalu ia berdoa “Marhaban bihabibiy waqurrati ainiy Muhammadibni Abdillah Saw.”, lalu mengecup dua jari jempolnya dan diletakkan (diusapkan) ke kedua matanya, maka ia tidak akan mengalami buta dan sakit mata selamanya.” (Mawahib al-Jalil Syarh Mukhtashar asy-Syaikh Khalil juz 3 halaman 355).

Bahkan dalam referensi ulama Malikiyah tidak sekedar dijelaskan ‘tata caranya’, namun juga faedahnya:

( فَائِدَةٌ ) قَالَ فِي الْمَسَائِلِ الْمَلْقُوطَةِ : حَدَّثَنَا الْفَقِيهُ الصَّدِيقُ الصَّدُوقُ الصَّالِحُ الْأَزْكَى الْعَالِمُ الْأَوْفَى الْمُجْتَهِدُ الْمُجَاوِرُ بِالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ الْمُتَجَرِّدُ الْأَرْضَى صَدْرُ الدِّينِ بْنُ سَيِّدِنَا الصَّالِحِ بَهَاءِ الدِّينِ عُثْمَانَ بْنِ عَلِيٍّ الْفَاسِيِّ حَفِظَهُ اللَّهُ تَعَالَى قَالَ : لَقِيتُ الشَّيْخَ الْعَالِمَ الْمُتَفَنِّنَ الْمُفَسِّرَ الْمُحَدِّثَ الْمَشْهُورَ الْفَضَائِلُ نُورَ الدِّينِ الْخُرَاسَانِيَّ بِمَدِينَةِ شِيرَازَ ، وَكُنْتُ عِنْدَهُ فِي وَقْتِ الْأَذَانِ فَلَمَّا سَمِعَ الْمُؤَذِّنَ يَقُولُ : أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ قَبَّلَ الشَّيْخُ نُورُ الدِّينِ إبْهَامَيْ يَدَيْهِ الْيُمْنَى وَالْيُسْرَى وَمَسَحَ بِالظُّفْرَيْنِ أَجْفَانَ عَيْنَيْهِ عِنْدَ كُلِّ تَشَهُّدٍ مَرَّةً بَدَأَ بِالْمُوقِ مِنْ نَاحِيَةِ الْأَنْفِ ، وَخَتَمَ بِاللَّحَاظِ مِنْ نَاحِيَةِ الصُّدْغِ ، قَالَ فَسَأَلَتْهُ عَنْ ذَلِكَ ، فَقَالَ : إنِّي كُنْتُ أَفْعَلُهُ مِنْ غَيْرِ رِوَايَةِ حَدِيثٍ ، ثُمَّ تَرَكْتُهُ فَمَرِضَتْ عَيْنَايَ فَرَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَنَامِ ، فَقَالَ لِي لِمَ تَرَكْتَ مَسْحَ عَيْنَيْكَ عِنْدَ ذِكْرِي فِي الْأَذَانِ إنْ أَرَدْتَ أَنْ تَبْرَأَ عَيْنَاكَ فَعُدْ إلَى الْمَسْحِ أَوْ كَمَا قَالَ فَاسْتَيْقَظْتَ وَمَسَحْتَ فَبَرِئَتْ عَيْنَايَ وَلَمْ يُعَاوِدْنِي مَرَضُهُمَا إلَى الْآنَ . (مواهب الجليل في شرح مختصر الشيخ خليل للشيخ ابي عبد الله محمد بن محمد بن عبد الرحمن المغربي - ج 3 / ص 354 وحاشية العدوي على شرح كفاية الطالب الرباني للشيخ علي ابي الحسن المالكي - ج 2 / ص 281)

“(Faedah) disebutkan dalam kitab al-Masail al-Malquthah, bahwa telah bercerita kepada kami ahli fiqh yang sangat terpercaya, yang hsaleh, bersih, berilmu sempurna, seorang mujtahid, bertetangga dengan Masjid al-Haram, menyendiri, Shadruddin bin Sayyidina Shaleh Bahauddin Utsman bin Ali al-Fasi, hafidzahullah, ia berkata: “Saya bertemu dengan seorang syaikh yang ahli di bidang banyak ilmu, ahli tafsir, ahli hadits, yang populer keutamaannya, Nuruddin al-Khurasan di Kota Syiraz. Saya berada di dekatnya saat adzan. Ketika ia mendengar ucapan muadzin “Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah”, maka Syaikh Nuruddin mengecup kedua jari jempolnya, kanan dan kiri, lalu mengusapkan dengan kedua kuku ke kelopak matanya setiap bacaan syahadat, dimulai dari ujung mata yang lurus dengan hidung lalu mengenyamping ke arah pelipis.

Saya (Shadruddin) bertanya kepadanya tentang hal itu, maka ia menjawab: “Dulu saya melakukannya tanpa riwayat hadits, lalu saya meninggalkannya. Maka kedua mata saya sakit dan saya mimpi bertemu Rasulullah Saw. dan bersabda kepadaku: “Kenapa kamu tinggalkan mengusap kedua matamu ketika menyebutku dalam adzan. Jika kamu ingin kedua matamu sembuh maka ulangilah mengusap matamu.”

Lalu saya terbangun dan mengusap kedua mataku. Dan sampai sekarang tidak pernah sakit mata lagi.” (Mawahib al-Jalil juz 3 halaman 354 dan Hasyiyah al-Adawi juz 2 halaman 281).

Kendati sudah masyhur dilakukan sebagian ulama, namun ulama Malikiyah menegaskan hal tersebut bukan bersumber dari hadits:

وَاشْتَهَرَ عِنْدَ بَعْضِ النَّاسِ وِرْدٌ إِلَّا قَوْلَ الْمُؤَذِّنِ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللّهِ يُقَبِّلُوْنَ إِبْهَامَهُمْ وَيَمُرُّوْنُ بِهَا عَلَى أَعْيُنِهِمْ قَائِلِيْنَ: مَرْحَبًاً بِحَبِيْبِي وَقُرَّةِ عَيْنِي مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللّهِ، وَهَذَا لَمْ يَرِدْ فِي حَدِيْثٍ (إرْشَادُ السَّالِك: للشيخ عبد الرحمن شهاب الدين البغدادي - ج 1 / ص 27)

“Telah masyhur di sebagian ulama sebuah wirid, kecuali saat ucapan muadzin “Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah”, lalu mereka mengecup dua jari jempolnya dan diusapkan ke kedua matanya, kemudian mereka berdoa “Marhaban bihabibiy waqurrati ‘ainiy Muhammadibni Abdillah Saw”. Hal ini tidak bersumber dari hadits.” (Syaikh Syihabuddin al-Baghdadi dalam Irsyad as-Salik juz 1 halaman 27).

Sementara dalam madzhab Syafi’iyah penjelasan tersebut terdapat dalam kitab I’anat ath-Thalibin juz 1 halaman 281 yang mengutip dari Hasyiyah Abi Jamrah karya asy-Syaikh asy-Syinwani. Saya sendiri (Ustadz Ma’ruf Khozin) mendapat ijazah ini dari Syaikh Abdul Malik bin KH. Fathul Bari al-Makki, yang hadir saat itu adalah Alm. KH. Zainullah bin KH. Bukhari, abah saya Alm. H. Khozin Yahya dan saya sendiri, sekitar tahun 1990.

http://www.muslimedianews.com/2014/02/dalil-doa-dan-amalan-mengusap-mata-saat.htmlhttp://pustakamuhibbin.blogspot.com/2014/02/dalil-doa-dan-amalan-mengusap-mata-saat.html — bersama Ma'ruf Khozin dan Muhamad Ali Ebd Salam.

Share:

5 Tanda pelajar yg tujuan belajarnya bukan karena pahala Allah di akherat :

5 Tanda pelajar yg tujuan belajarnya bukan karena pahala Allah di akherat :

1. menetapi syahwat, mengikuti hawa nafsu dan bertindak dlm urusan hawa nafsu.
2. bergegas dalam urusan mencari dunia, menetapi terhadap dunia tanpa menggunakan jalan yg diperbolehkan oleh syara'.
3. sibuk mempelajari ilmu fardhu kifayah seperti nahwu, shorof, ma'ani, kedokteran dan matematika sebelum selesai mempelajari ilmu fardhu 'ain dan pengamalannya.
4. meningalkan sholat berjama'ah tanpa adanya udzur berjama'ah.
5. meninggalkan sholat sunnah rowatib yg mu'akad dan sunnah2 mu'akad.
wallohu a'lam.


اذا وجد عند المتعلم واحد من هذه العلامات الخمسة تبين ان قصده بالعلم غير ثوان الله تعالي في الاخرةالاولى ان يكون مقبلا على الشهوات متبعا هواه متصرفا في امرهاالثانية ان يكون مسارعا في طلب الدنيا عاكفا عليها من غير طريق مباح شرعاالثالثة ان بكون مشتغلا بعلم فرض كفاية كالنحو والصرف والمعاني والطب والحساب قبل فراغه من تعلم فرض العين وعملهالرابع ان يكون تاركا للصلاة في الجماعة من غير عذر من اعذار الجماعةالخامسة ان يكون تاركا للرواتب المؤكدة والسنن المؤكدة
سلالم الفضلاء للشيخ محمد نواوى الجاوى

Share:

Metode Menghafal Qur’an 

Metode Menghafal Qur’an
Bersama Mudhawi Ma’arif

1. Pendahuluan

Ada 3 prinsip (Three P) yang harus difungsikan oleh ikhwan/akhwat kapan dan dimana saja berada sebagai sarana pendukung keberhasilan dalam menghafal al qur’an. 3P (Three P) tersebut adalah:

1. Persiapan (Isti’dad)

Kewajiban utama penghafal al-qur’an adalah ia harus menghafalkan setiap harinya minimal satu halam dengan tepat dan benar dengan memilih waktu yang tepat untuk menghafal seperti:

a. Sebelum tidur
Sebelum tidur malam lakukan persiapan terlebih dahulu dengan membaca dan menghafal satu halaman secara grambyangan (jangan langsung dihafal secara mendalam)a. Sebelum tidur malam lakukan persiapan terlebih dahulu dengan membaca dan menghafal satu halaman secara grambyangan (jangan langsung dihafal secara mendalam)

b. Setelah bangun tidur
Setelah bangun tidur hafalkan satu halaman tersebut dengan hafalan yang mendalam dengan tenang lagi konsentrasi

c. Ulangi
Ulangi terus hafalan tersebut (satu halaman) sampai benar-benar hafal diluar kepala

2. Pengesahan (Tashih/setor)

Setelah dilakukan persiapan secara matang dengan selalu mengingat-ingat satu halaman tersebu, berikutnya tashihkan (setorkan) hafalan antum kepada ustad/ustadzah. Setiap kesalahan yang telah ditunjukkan oleh ustadz, hendaknya penghafal melakukan hal-hal berikut:

a. Memberi tanda
Memberi tanda kesalahan dengan mencatatnya (dibawah atau diatas huruf yang lupa)

b. Mengulang
Mengulang kesalahan sampai dianggap benar oleh ustad.

c. Bersabar
Bersabar untuk tidak menambah materi dan hafalan baru kecuali materi dan hafalan lama benar-benar sudah dikuasai dan disahkan

3. Pengulangan (Muroja’ah/Penjagaan)

Setelah setor jangan meninggalkan tempat (majlis) untuk pulang sebelum hafalan yang telah disetorkan diulang beberapa kali terlebih dahulu (sesuai dengan anjuran ustadz/ustadzah) sampai ustad benar-benar mengijinkannya

II. Syarat Utama Untuk Memudahkan Hafalan 
1. Beriman dan bertaqwa kepada Allah

2. Berniat mendekatkan diri kepada Allah dengan menjadi hamba-hamba pilihanNya yang menjaga al-qur’an

3. Istiqomah sampai ajal musamma

4. Menguasai bacaan al-qur’an dengan benar (tajwid dan makharij al huruf)

5. Adanya seorang pembimbing dari ustadz/ustadzah (al-hafidz/al-hafidzah)

6. Minimal sudah pernah khatam al-qur’an 20 kali (dengan membaca setiap ayat 5 kali)

7. Gunakan satu jenis mushaf al-qur’an (al-qur’an pojok)

8. Menggunakan pensil/bolpen/stabilo sebagai pembantu

9. Memahami ayat yang akan dihafal

III. Macam-macam Metode Menghafal
A. Sistem Fardhi

Ikuti langkah ini dengan tartib (urut) :

1. Tenang dan tersenyumlah, jangan tegang

2. Bacalah ayat yang akan dihafal hingga terbayang dengan jelas kedalam pikiran dan hati

3. Hafalkan ayat tersebut dengan menghafalkan bentuk tulisan huruf-huruf dan tempat-tempatnya

4. Setelah itu pejamkan kedua mata dan

5. Bacalah dengan suara pelan lagi konsentrasi (posisi mata tetap terpejam dan santai)

6. Kemudian baca ayat tersebut dengan suara keras (posisimata tetap terpejam dan jangan tergesa-gesa)

7. Ulangi sampai 3x atau sampai benar-benar hafal

8. Beri tanda pada kalimat yang dianggap sulit dan bermasalah (garis bawah/distabilo)

9. Jangan pindah kepada hafalan baru sebelum hafalan lama sudah menjadi kuat



Penggabungan ayat-ayat yang sudah dihafal

Setelah anda hafal ayat pertama dan kedua jangan pindah kepada ayat ketiga akan tetapi harus digabungkan terlebih dahulu antara keduanya dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini:

1. Bacalah ayat pertama dan kedua sekaligus dengan suara pelan lagi konsentrasi

2. Kemudian bacalah keduanya dengan suara keras lagi konsentrasi dan tenang

3. Ulangi kedua ayat tersebut minimal 3x sehingga hafalan benar-benar kuat. Begitulah seterusnya, pada tiap-tiap dua tambahan ayat baru harus digabungkan dengan ayat sebelumnya sehingga terjadi kesinambungan hafalan

4. Mengulang dari ayat belakang ke depan. Dan dari depan ke belakang

5. Semuanya dibaca dengan suara hati terlebih dahulu kemudian dengan suara keras (mata dalam keadaan tertutup)

6. Begitu seterusnya. Setiap mendapatkan hafalan baru, harus digabungkan dengan ayat/halaman/juz sebelumya.

B. Sistem Jama’i

Sistem ini menggunakan metode baca bersama, yaitu dua/tiga orang (partnernya) membaca hafalan bersama-sama secara jahri (keras) dengan:

a. Bersama-sama baca keras

b. Bergantian membaca ayat-an dengan jahri. Keika partnernya membaca jahr dia harus membaca khafi (pelan) begitulah seterusnya dengan gantian.

Sistem ini dalam satu majlis diikuti oleh maksimal 12 peserta, dan minimal 2 peserta. Settingannya sebagai berikut:

a. Persiapan:

1. Peserta mengambil tempat duduk mengitari ustad/ustadzah

2. Ustad/ustadzah menetapkan partner bagi masing-masing peserta

3. Masing-masing pasangan menghafalkan bersama partnernya sayat baru dan lama sesuai dengan instruksi ustad/ustadzah

4. Setiap pasangan maju bergiliran menghadap ustad/ustadzah untuk setor halaman baru dan muroja’ah hafalan lama

b. Setoran ke ustadz/ ustadzah:

1. Muroja’ah: 5 halaman dibaca dengan sistem syst-an (sistem gantian). Muroja’ah dimulai dari halaman belakang (halaman baru) kearah halaman lama

2. Setor hafalan baru:

a. Membaca seluruh ayat-ayat yang baru dihafal secara bersama-sama

b. Bergiliran baca (ayatan) dengan dua putaran. Putaran pertama dimulai dari yang duduk disebelah kanan dan putaran kedua dimulai dari sebelah kiri.

c. Membaca bersama-sama lagi, hafalan baru yang telah dibaca secara bergantian tadi.

3. Muroja’ah tes juz 1, dengan sistem acakan (2-3x soal). Dibaca bergiliran oleh masing-masing pasangan.

Ketika peserta sendirian tidak punya partner, atau partnernya sedang berhalangan hadir, maka ustad wajibmenggabungkannya dengan kelompok lain yang kebetulan juz, halaman dan urutannya sama, jika hafalannya tidak sama dengan kelompok lain maka ustad hendaknya menunjuk salah seorang peserta yang berkemampuan untuk suka rela menemani.

 c. Muroja’ah ditempat:

1. Kembali ketempat semula.

2. Mengulang bersama-sama seluruh bacaan yang disetorkan baik muroja’ah maupun hafalan baru, dengan sistem yang sama dengan setoran

3. Menambah hafalan baru bersama-sama untuk disetorkan pada pertemuan berikutnya

4. Jangan tinggalkan majlis sebelum mendapat izin ustad/ustadzah.

IV. Keistimewaan sistem jama’i

1. Cepat menguasai bacaan al-qur’an dengan benar

2. Menghilangkan perasaan grogi dan tidak PD ketika baca al-qur’an didepan orang lain

3. Melatih diri agar tidak gampang tergesa-gesa dalam membaca

4. Mengurangi beban berat menghafal al-qur’an

5. Melatih untuk menjadi guru dan murid yang baik

6. Menguatkan hafalan lama dan baru

7. Semangat muroja’ah dan menambah hafalan baru

8. Meringankan beban ustad

9. Kesibukannya selalu termotivasi dengan al-qur’an

10. Mampu berda’wah dengan hikmah wa al-mau’idhah al-hasanah

11. Siap untuk dites dengan sistem acakan

12. Siap menjadi hamba-hamba Allah yang berlomba menuju kebaikan

V. Jaminan
1. Hafalan al-qur’an lanyah dan lancar dalam masa tempo yang sesingkat-singkatnya

2. Sukses dan bahagia di dunia dan akhirat

3. Pilihan Allah dan memperoleh surga ‘adn diakhirat nanti (surah fatir: 23-24)

VI. Metode Muroja’ah (Pengulangan dan penjagaan fardhi atau jama’i)

Ayat-ayat al-qur’an hanya akan tetap bersemayam didalam hati utu al-‘ilm jika ayat-ayat yang dihafal selalu diingat, diulang dan dimuroja’ah. Berikut ini cara muroja’ah:

1. Setelah hafal setengah juz/satu juz, harus mampu membaca sendiri didepan ustadz/ustadzah dan penampilan.

2. Setiap hari membaca dengan suara pelan 2 juz. Membaca dengan suara keras (tartil) minimal 2 juz setiap hari.

3. Simakkan minimal setengah juz setiap hari kepada teman/murid/jama’ah/istri/suami dst

4. Ketika lupa dalam muroja’ah maka lakukan berikut ini:

· Jangan langsung melihat mushaf, tapi usahakan mengingat-ingat terlebih dahulu

· Ketika tidak lagi mampu mengingat-ingat, maka silahkan melihat mushaf dan

· Catat penyebab kesalahan. Jika kesalahan terletak karena lupa maka berilah tanda garis bawah. Jika kesalahan terletak karena faktor ayat mutasyabihat (serupa dengan ayat lain) maka tulislah nama surat/no./juz ayat yang serupa itu di halaman pinggir (hasyiyah)

Mudhawi Ma’arif adalah seorang hafiz juara lomba menghafal qur’an di tingkat nasional maupun internasional. Semoga allah melimpahkan rahmat atas beliau amin. Silahkan mengutip, menyalin dan memperbanyak TANPA menuliskan blog saya sebagai sumber.
Share:

Blogger templates

ADA YANG BARU DI HATI